Jumat, 10 Juni 2011

Organisasi Kurikulum



BAB I
PENDAHULUAN
                                            
A.          Latar Belakang
Kebutuhan akan bimbingan sangat dipengaruhi oleh faktor : filosofis, psikologis, sosial budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi, demokratisasi dalam pendidikan, dan perluasaan program pendidikan. Latar belakang filosofis berkaitan dengan pandangan tentang hakekat manusia, karena manusia memiliki potensi untuk dapat dikembangankan seoptimal mungkin. Perlu keseriusan guru bimbingan atau guru pembimbing khusus dan pihak lain yang terlibat didalamnya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi anak dalam berbagai aspek disekolah yaitu latar belakang psikologis berkaitan erat dengan proses perkembangan manusia. Implikasi dari keragaman ini ialah bahwa individu memiliki kebebasan dan kemerdekaan untuk memilih dan mengembangkan diri sesuai dengan keunikan dan potensi masing-masing tanpa menimbulkan konflik dengan lingkungannya. Diharapkan dapat berinteraksi aktif dengan lingkungannya. Akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat, maka timbul banyak permasalahan. Sistem pemerintahan yang semakin demokratis berdampak positif terhadap seluruh aspek kehidupan terutama untuk memperoleh pendidikan. Keadaan ini  menimbulkan masalah yang dihadapi seseorang yang terlibat  dalam kelompok campuran.
Perluasaan program pendidikan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencapai tingkat pendidikan setinggi  mungkin sesuai dengan kemampuannya.
Maka, Pelayanan bimbingan dan konseling merupakan bantuan yang memfasilitasi perkembangan peserta didik/siswa dalam menjalani pengalaman pembelajaran di sekolah. Dengan demikian usaha pelayanan bimbingan dan konseling perlu dilaksanakan secara optimal agar perkembangan peserta didik dapat memenuhi tuntutan tujuan pendidikan.

                                                                                                 

BAB II
PEMBAHASAN
Suatu program layanan bimbingan konseling akan tercipta dan terselenggara serta tercapai secara tepat dan optimal apabila memiliki suatu sistem pengelolaan yang bermutu, artinya dilakukan secara jelas, sistematis dan terarah mengenai pengorganisasian bimbingan konseling, pelaksana (personal), mekanisme kerja, pola penanganan siswa berkebutuhan khusus, sarana dan prasarana, kerjasama, dan pengawasan. [1]
A.          Perlunya Organisasi Bimbingan dan Konseling
Organisasi berasal dari kata organon dalm Bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, dan pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip.
Sebagai bahan perbandingan, berikut ini akan disampaikan beberapa pendapat mereka, sebagaimana yang dikemukakan oleh Yayat Hayati Djatmiko (2002) sebagai berikut:
1.    Chester I. Barnard dalam bukunya “The Executive Functions” mengemukakan, organisasi adalah sistem kerjasama antara dua orang atau lebih
2.    James D. Money mengatakan, organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama
3.    Menurut Dimock, Organisasi adalah perpaduan secara sistematis bagian-bagian yang saling bergantung/ berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi, dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan
Dari beberapa pengertian organisasi di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu:
1.    Orang-orang (sekumpulan orang)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar